Currency
Withdraw 13200 (IDR)
Deposit 13500 (IDR)
Stok 5000 USD
Withdraw 13400 (IDR)
Deposit 13900 (IDR)
Stok Unlimited
Withdraw 13600 (IDR)
Deposit 14100 (IDR)
Stok Unlimited
Withdraw 13400 (IDR)
Deposit 13900 (IDR)
Stok 0 USD
Withdraw 13600 (IDR)
Deposit 14200 (IDR)
Stok 0 USD
Update Emoney Terkini
Broker Forex

Rebate / Lot $ 1.3
Kurs Rebate - (IDR)
Periode Klaim Rebate Otomatis ke MT4

Rebate / Lot $ 8
Kurs Rebate 13300 (IDR)
Periode Klaim Rebate Tiap Tanggal 15

Rebate / Lot $ Non Rebate
Kurs Rebate Non Rebate (IDR)
Periode Klaim Rebate Non Rebate

Rebate / Lot $ 6
Kurs Rebate 13300 (IDR)
Periode Klaim Rebate Tiap Tanggal 15

Rebate / Lot $ 4
Kurs Rebate 13000 (IDR)
Periode Klaim Rebate Tiap Tanggal 15

Rebate / Lot $ 2
Kurs Rebate 13300 (IDR)
Periode Klaim Rebate Tiap Tanggal 15

Rebate / Lot $ 10
Kurs Rebate 13300 (IDR)
Periode Klaim Rebate Tiap Tanggal 15
Indikator Teknikal

Indikator Teknikal Dalam Trading Forex

Kebanyakan trader forex berusaha untuk menemukan momentum yang tepat untuk melakukan entry dengan mencoba berbagai macam indikator teknikal. Selain itu, dari indikator yang dipilih, mereka juga menginginkan profit yang maksimal. Tetapi, hasil yang didapat belum tentu sesuai dengan yang diharapkan karena ada berbagai hal yang sulit diprediksi dalam trading. Pada kenyataannya, tidak ada formula yang pasti untuk belajar trading yang selalu dapat menghasilkan profit. Trader perlu mempelajari probabilitas berbagai indikator yang dapat membantu menemukan momen yang tepat

Ada beberapa jenis indikator teknikal yang sering digunakan oleh para trader forex yakni indikator yang menunjukkan trend following (arah trend), trend confirmation (indikator yang mengkonfirmasi arah trend), indikator yang menunjukkan oversold dan overbought, serta profit taking (indikator yang membantu trader menentukan level exit

Indikator yang Menunjukkan Arah Trend

Meskipun trader mungkin dapat memperoleh profit melalui trading melawan trend, namun kebanyakan trader berusaha agar dapat masuk pasar sesuai arah trend utama. Bahkan sudah terbukti bahwa teknik trading yang mengikuti arah trend sangat menguntungkan. Banyak trader yang beranggapan dengan cara trend following memerlukan sistem trading terpisah. Padahal, yang dimaksud dari strategi trend following ini adalah menentukan kapan trader harus melakukan buy atau sell pada kondisi pasar yang terjadi

Pelacakan kondisi trend yang dimaksud dapat dilakukan oleh indikator trend following. Indikator trend follower yang sederhana sekalipun sudah cukup handal. Jenis indikator yang populer digunakan adalah indikator sma (simple moving average). Sistem pelacakan yang digunakan adalah perpotongan antara dua indikator sma atau crossover di mana satu untuk periode jangka panjang dan kedua adalah untuk periode waktu jangka pendek.

Misalnya saja pada grafik ditunjukkan sma-50 day dan juga sma 200 day untuk pasangan mata uang EUR/USD. Strategi tersebut menyatakan bahwa terjadi uptrend jika garis kurva sma-50 day untuk periode jangka pendek dan berada di atas garis kurva sma 200 day pada periode waktu jangka panjang. Sementara itu downtrend terjadi jika garis kurva sma-50 day ada di bawah sma-200 day.Saat pergerakan harga ada di garis kurva, ini berarti pasar sedang konsolidasi dan jika terjadi perpotongan, maka terjadi pergantian arah trend

Metode ini akan membantu trader entry buy ketika harga bergerak di atas kurva sma periode pendek dan menunjukkan uptrend yang kuat. Atau trader dapat melakukan sell jika harga berada di bawah garis kurva sma periode pendek. Hindari entry jika pasar sedang konsolidasi yakni saat harga bergerak tepat di garis kurva sma periode pendek

Indikator yang Mengkonfirmasi Arah Trend

Indikator arah trend yang dimiliki selalu rawan mengalami kesalahan sinyal. Oleh sebab itu sangat dibutuhkan sebuah indikator tambahan yang mengukur apakah arah yang ditunjukkan oleh indikator sma itu sudah benar atau justru salah. Walaupun demikian, indikator tersebut tidak bertujuan sebagai konfirmasi untuk entry tetapi hanya sekedar untuk konfirmasi arah trend yang ditunjukkan oleh indikator SMA

Jenis indikator trend yang sangat populer adalah MACD (Moving Average Convergence Divergence). Intinya, jika indikator MACD dan sma mengisyaratkan bullish, persepsi trader adalah buy. Sebaliknya, bila keduanya mengisyaratkan bearish, ini berarti sell. Arah trend dapat dikonfirmasi melalui pergerakan kurva MACD dan garis – garis OSMA (Oscillator’s Moving Average). Trend garis kurva MACD menunjukkan trend pergerakan harga. Jika sedang bergerak uptrend akan terbentuk melalui titik – titik higher highs. Sementara itu, saat bergerak downtrend, akan muncul titik – titik lower di keduanya. Ketika kurva MACD dan sinyal berpotongan, kemungkinan terjadi perubahan arah trend

Indikator Momentum Untuk Entry

Setelah mengetahui arah trend dan mengkonfirmasi, langkah selanjutnya adalah mencari peluang yang tepat untuk entry. Bila trader langsung melakukan entry begitu saja, trader tidak akan mengetahui kondisi kekuatan trend yang terjadi saat itu apakah masih kuat atau sudah mendekati level jenuh. Level jenuh berarti rawan koreksi dan korekasi yang berlanjut dapat menyebabkan arah pergerakan harga reversal atau berbalik arah.

Kebanyakan trader melakukan entry dengan menunggu harga kembali bergerak sesuai dengan arah trend setelah koreksi. Momentum pull back merupakan waktu yang tepat untuk melakukan entry. Indikator momentum ini digunakan untuk membantu mengetahui tingkat kejenuhan pergerakan harga. Tingkat kejenuhan itu sendiri diukur dengan keadaan oversold dan overbought. Indikator yang memperlihatkan keadaan itu adalah oscillator, yang populer adalah RSI (Relative Strength Index) dan stochastic

Indikator yang Menentukan Level Exit

Setelah entry Anda harus tahu level terbaik untuk exit, tidak hanya sekedar perkiraan semata. RSI juga dapat digunakan untuk exit. Posisi buy trader dapat exit saat RSI sampai di level overbought. Sebaliknya, posisi sell exit saat RSI sampai di level oversold



Related Links
Broker
              
Bank Lokal
       

Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.


Melayani transaksi Exchange E Money pada hari Senin - Sabtu :

  • 08.00 - 12.00 GMT+7
  • 13.00 - 18.00 GMT+7
  • 19.00 - 21.00 GMT+7
  • Sabtu Buka hingga Pukul 19.00 
  • Minggu Tutup
Kontak Kami
Support  
 email Support@emoney.co.id
 skype Live:emoney.co.id
0852 0800 0500



 
Copyright © 2016 emoney.co.id All Rights Reserved